Dalam kehidupan keluarga ketika ayah saya bersikap keras
terhadap saya, sejenak terlintas dalam pikiran saya, “mengapa ayah saya tidak
seperti ayah dia yang bersikap lembut dan baik terhadap anak-anaknya”, “coba
ayah saya seperti itu, mungkin saya bisa selalu tertawa dan bahagia”, “mengapa
ayah saya tidak pernah memberikan apa yang saya minta, sementara ayah teman
saya selalu memberikan barang yang baru dan bagus kepada anaknya”..padahal saya
tahu secara pasti bahwa yang namanya ayah biologis tidak bisa digantikan, satu
orang untuk selamanya..Jadi yang harus saya lakukan adalah menerima sikap dan
sifat ayah saya sebagai ciri khas beliau dalam mendidik anak-anaknya menuju
kehidupan yang lebih baik dari hidup beliau.
Meskipun begitu saya tetap hormat dan menyayangi ayah saya karena beliau adalah tulang punggung di keluargaku, tapi kini semua berubah setelah ayah saya pergi untuk selamanya, ia dipanggil yang maha kuasa.
waktu itu saya kelas 2 SMA ayah saya bertugas di luar kota, waktu dalam bekerja ayah saya mengalami kecelakaan dalam bekerja. kini saya hanya bisa mendoakan dan menjaga ibu dan adek adek saya.
tapi saya tidak putus asa karena ayah saya membimbing saya dengan baik hingga saya tumbuh besar seperti saat ini,